Ciri Khas

Alat Musik

Alat musik tradisional di Jambi adalah bagian integral dari budaya dan warisan seni masyarakat Melayu di provinsi ini. Dalam keseluruhan, alat-alat musik tradisional Jambi memiliki karakteristik yang unik dan berperan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Beberapa alat musik yang mencerminkan kekayaan budaya Jambi adalah gambus, rebana, gitar Melayu, serunai, dan saluang. Alat musik ini digunakan dalam berbagai konteks, termasuk pertunjukan seni, upacara adat, dan acara budaya. Mereka menciptakan suara yang khas dan menggambarkan keindahan seni musik tradisional Melayu. Selain sebagai sarana hiburan, alat musik tradisional Jambi juga berperan dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya masyarakat Melayu Jambi. Keseluruhan, alat musik tradisional Jambi adalah bagian penting dalam merawat budaya dan seni provinsi ini, serta menjadi cara yang unik untuk menyampaikan cerita dan ekspresi budaya masyarakat Melayu Jambi.

Tetawak

Puput Kayu

kelintang Kayu

Gambus Jambi

Serangko

Cangor

Sekdu

Rumah Adat

Rumah panggung tradisional yang merupakan rumah adat Melayu Jambi memiliki arsitektur khas dengan atap yang menyerupai gajah menyusuri sungai. Rumah adat ini sering digunakan dalam upacara adat dan sebagai pusat kegiatan budaya


Pakaian Adat

Baju kurung sering diasosiasi dengan kaum perempuan. Ciri khas baju kurung adalah rancangan yang longgar pada lubang lengan, perut, dan dada. Pada saat dikenakan, bagian paling bawah baju kurung sejajar dengan pangkal paha, tetapi untuk kasus yang jarang ada pula yang memanjang hingga sejajar dengan lutut.

Pakaian adat Jambi memiliki karakteristik yang menarik. Ciri khas yang dapat dengan mudah kamu kenali adalah dari aksesori yang digunakan cukup banyak serta terdapat perbeda antara yang dipakai oleh pria dan wanita. Topi atau penutup kepala yang dipakai pada pakaian adat Jambi juga cukup unik sebab melambangkan kebudayaan masyarakat Jambi.


Makanan

Tempoyak

hidangan yang terbuat dari pasta fermentasi durian. Ini memiliki rasa unik dan sering digunakan sebagai bahan tambahan dalam hidangan masakan tradisional Jambi.

Kue Padamaran

kue tradisional Jambi yang terbuat dari bahan seperti tepung beras dan kelapa. Biasanya memiliki tekstur yang kenyal dan rasanya manis.

Nasi Gemuk

hidangan nasi khas Jambi yang dimasak dengan santan, sehingga nasi ini sangat beraroma dan lezat. Biasanya disajikan dengan lauk pauk.

Bolu Kojo

kue tradisional Jambi yang terbuat dari bahan seperti tepung terigu, gula, dan telur. Kue ini memiliki tekstur lembut dan manis.

Mie Celor

Mie Celor adalah hidangan mie khas Jambi yang disajikan dengan kuah kental yang terbuat dari santan dan udang. Ini adalah hidangan lezat dengan rasa gurih dan kaya.

Kue Gandus

kue tradisional yang terbuat dari bahan dasar kelapa dan gula. Kue ini memiliki tekstur yang renyah di luar dan lembut di dalam.

Kue Putri Kandis

kue tradisional Jambi yang memiliki rasa manis. Biasanya terbuat dari bahan seperti tepung beras dan gula kelapa serta dibungkus dalam daun pisang.

Fauna Dan Flora


Pinang Merah

Provinsi Jambi memilih dan menetapkan Pinang Merah sebagai flora khas (Flora Identitas Provinsi) mereka. Palem Merah adalah tumbuhan dari famili Arecaceae (palem-paleman) yang kerap ditanam sebagai tanaman hias. Pemilihannya sebagai Flora Identitas cukup beralasan. Bagi masyarakat Jambi, Pinang Merah diyakini mempunyai kekuatan gaib, yang apabila ditanam di depan rumah mampu menolak segala guna-guna dan bala yang ditujukan kepada penghuni rumah.

Palem Merah kerap disebut juga sebagai Pinang Merah atau Pinang Lipstik. Sedang dalam bahasa Inggris dinamai dengan Lipstick Palm, Scarlet Palm, Sealing Wax Palm, Red Palm, dan Sumatra Wax Palm. Nama latin tumbuhan ini adalah Cyrtostachys renda Blume dengan nama sinonim Areca erythrocarpa H.Wendl., Areca erythropoda Miq., Bentinckia renda (Blume) Mart., Cyrtostachys lakka Becc., Pinanga purpurea Miq., Pinanga rubricaulis Linden, dan Ptychosperma coccinea Teijsm. & Binn.

Palem Merah atau Pinang Merah merupakan tumbuhan asli Indonesia yang secara lokal tersebar di Pulau Sumatera dan Kalimantan, juga di Semenanjung Malaya (Malaysia dan Thailand selatan). Tumbuh berumpun dengan tinggi antara 6-14 meter. Daunnya hijau dengan pelepah daun berwarna merah.

Klasifikasi ilmiah Palem Merah: Kerajaan: Plantae. Divisi: Tracheophyta. Kelas: Liliopsida. Ordo: Arecales. Famili: Arecaceae. Genus: Cyrtostachys. Spesies: Cyrtostachys renda Blume.


Harimau Sumatra

Provinsi Jambi memilih dan menetapkan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) sebagai Fauna Identitas atau hewan khas provinsinya. Harimau Sumatera adalah anakjenis (subspesies) dari Harimau yang endemik pulau Sumatera.

Harimau Sumatera merupakan subspesies harimau yang paling kecil dibandingkan subspesies lainnya. Harimau jantan berbobot 140 kg dengan panjang rata-rata 250 cm dan betinanya seberat 91 kg dengan panjang rata-rata 198 cm.

Binatang yang ditetapkan menjadi maskot provinsi Jambi ini merupakan salah satu hewan langka Indonesia dengan tingkat keterancaman tertinggi, yaitu Critically Endangered. Populasinya diyakini tidak lebih dari 500 ekor saja dan terus mengalami penurunan. Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) pun termasuk hewan yang dilindungi berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 1990 dan PP Nomor 7 tahun 1999.

Klasifikasi Ilmiah Harimau Sumatera : Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: Mammalia. Ordo: Carnivora; Famili: Felidae. Genus: Panthera; Spesies: Panthera tigris; Subspesies: Panthera tigris sumatrae Pocock, 1929.